ayah juga lupa

 

Semoga notes yang gw tulis ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, yakni janganlah kita mencerca seseorang, dan marilah lebih untuk mengerti mereka.

Mari kita berusaha mengerti mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan.

Cerita ini gw ambil dari sebuah artikel menarik , ditulis oleh W Livingstone Larned

“Ayah juga lupa”

Dengar,Nak: Ayah mengatakan ini pada saat kau terbaring tidur , sebelah tangan  kecil merayap di bawah pipimu dan rambutmu yang keriting pirang lengket pada dahimu yang lembap.  Ayah menyelinap masuk seeorang diri ke kamarmu. Baru beberapa menit yang lalu, ketika Ayah sedang membaca koran di perpustakaan, satu sapuan sesal yang amat dalam menerpa. Dengan perasaan bersalah ayah datang masuk menghampiri pembaringanmu.

Ada hal-hal yang Ayah pikirkan, Nak. Ayah selama ini bersikap kasar kepadamu. Ayah membentakmu ketika kau sedang berpakaian hendak pergi ke sekolah karena kau cuma menyeka mukamu sekilas dengan handuk. Lalu Ayah lihat kau tidak membersihkan sepatumu. Ayah berteriak marah tatkala kau melempar beberapa barangmu ke lantai.

Saat makan pagi Ayah juga menemukan kesalahan. Kau meludahkan makananmu. Kau menelan terburu-buru makananmu. Kau meletakkan sikumu diatas meja. Kau mengoleskan mentega terlalu tebal di rotimu. Dan begitu kau baru mulai bermain dan Ayah berangkat mengejar kereta api, kau berpaling dan melambaikan tangan sambil berseru, “Selamat jalan Ayah!” dan Ayah mengerutkan dahi, lalu menjawab, “Tegakkan Bahumu!”

Kemudian semua itu berulang lagi pada sore hari. Begitu Ayah muncul dari jalan, Ayah segera mengamatimu dengan cermat, memandangi hingga lutut, memandangmu yang sedang bermain kelereng. Ada lubang pada kaus kakimu. Ayah menghinamu di depan kawan-kawanmu, lalu menggiringmu untuk pulang ke rumah. Kaus Kaki Mahal -dan kalau kau membelinya, kau akan lebih berhati-hati! Bayangkan itu ,Nak, itu keluar dari pikiran seorang Ayah!

Apakah kau ingat ,nantinya, ketika Ayah sedang membaca di ruang perpustakaan , bagaimana kau datang dengan rasa takut, dengan rasa terluka dalam matamu? Ketika Ayah , terus memandang koran, tidak sabar karena gangguanmu, kau jadi ragu-ragu di depan pintu.”Kau Mau Apa?” semprot Ayah.

Kau tidak berkata sepatahkatapun, melainkan berlari melintas dan melompat ke arah Ayah, kau melemparkan tanganmu melingkari leher dan mencium Ayah, tangan-tanganmu yang kecil semakin erat memeluk hangat, kehangatan yang telah Tuhan tetapkan untuk mekar di hatimu dan yang bahkan pengabai sekalipun tidak akan mampu melemahkannya. Dan kemudian kau pergi, bergegas menaiki tangga.

Nah Nak, sesaat setelah itu koran jatuh dan tangan Ayahm dan satu rasa takut yang menyakitkan menerpa Ayah. Kebiasaaan apa yang sudah Ayah lakukan? Kebiasaan dalam menemukan kesalahan, dalam mencerca – ini adalah hadiah Ayah untukmu sebagai seorang anak lelaki. Bukan berarti Ayah tidak mencintaimu, Ayah lakukan ini karena Ayah berharap terlalu banyak dari masa muda. Ayah sedang mengukurmu dengan kayu pengukur dari tahun-tahun Ayah sendiri.

Dan sebenarnya begitu banyak hal yang baik dan benar dari sifatmu. Hati mungil milikmu sama besarnya dengan fajar yang memayungi bukit-bukitluas. Semua ini kau tunjukkan dengan sikap spontanmu saat kau menghambur masuk dan mencium Ayah, sambil mengucapkan selamt tidur. Tidak ada masalah lagi malam ini,Nak. Ayah sudah datang ke tepi pembaringmu dalam kegelapan, dan ayah sudah berlutut di sana, dengan rasa Malu!!

Ini adalah sebuah rasa tobat yang lemah. Ayah tau kau tidak akan mengerti hal-hal seperti ini kalau Ayah sampaikan kepadamu saat kau terjaga. Tapi esok hari Ayah akan menjadi Ayah akan bersahabat karib denganmu, dan ikut menderita bila kau menderita, dan tertawa apabila kau tertawa. Ayah akan menggigit lidah Ayah kalau kata-kata tidak sabar keluar dari mulut Ayah. Ayah akan terus mengucapkan kata ini seolah-olah sebuah ritual : “Dia cuma seorang anak kecil-anak lelaki kecil!

Ayah khawatir sudah membayangkanmu sebagai seorang lelaki. Namun, saat Ayah memandangmu sekarang, Nak, meringkuk berbaring dan letih dalam tempat tidurmu, Ayah lihat bahwa kau masih seorang bayi. Kemarin kau masih dalam gendongan ibumu. Ayah sudah meminta terlalu banyak, sungguh telalu banyak.

Nah sekian artikel diatas, yang ditulis dengan mengetik sendiri dan tidak copas karena sebagai pembelajaran juga bagi penulis yakni gw sendiri untuk memahami :

“Untuk benar-benar mengenal semua, kita harus memaafkan semua”

Semoga bermanfaat ,sukses buat kira semua, dan sayangilah orang-orang yang berada didekat kita dengan pendekatan yang halus dan ikut merasakan penderitaan mereka.

Adhitya Hernadian P.N

hidup seperti perlombaan

Arthur Ashe adalah petenis kulit hitam dari Amerika yg memenangkan tiga gelar juara Grand Slam; US Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (1975).
Pada tahun 1979 ia terkena serangan jantung yg mengharuskannya menjalani operasi bypass. Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh ia malah harus menghadapi kenyataan pahit, terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ia terima.

Seorang penggemarnya menulis surat kepadanya,

‘Mengapa Tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?’

Ashe menjawab

‘Di dunia ini ada 50 juta anak yg ingin bermain tenis,

diantaranya 5 juta orang yg bisa belajar bermain tenis,

500 ribu orang belajar menjadi pemain tenis profesional,

50 ribu datang ke arena untuk bertanding,

5000 mencapai turnamen grandslam,

50 orang berhasil sampai ke Wimbeldon,

empat orang di semifinal, dua orang berlaga di final.

Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan,

‘Mengapa saya?’

Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan,

‘Mengapa saya?’

Sadar atau tidak, kerap kali kita merasa hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini; kesuksesan, karier yang mulus, kesehatan. Ketika yang kita terima justru sebaliknya; penyakit, kesulitan, kegagalan, kita menganggap Tuhan tidak adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat Tuhan.

Tetapi tidak demikian. Ia berbeda dengan kebanyakan orang. Itulah cerminan hidup beriman; tetap teguh dalam pengharapan, pun bila beban hidup yg menekan berat.

Ketika menerima sesuatu yg buruk, ingatlah saat – saat ketika kita menerima yg baik…

‘Kuda pemenang tidak tahu mengapa dia harus lari dan memenangkan perlombaan.

Yg dia tau, dia harus berlari krn dipukul dan sakit..!!

Hidup ini seperti sebuah perlombaan. Dan Tuhan adalah komandonya atau ibarat jokinya..

Jika engkau mengalami sakit, dihajar, menerima yg tidak enak, berpikirlah :’Tuhan ingin engkau menang !!’

Jilbab & Kerudung

1. innalillahi kita hidup di masa Islam serasa bara api, khsususnya bagi wanita | alhamdulillah, mereka tentu dapat pahala lipat-ganda

2. terutama saat #aurat wanita diumbar, seolah bagian dari tuntutan masa | dan yang bersedia menutup #aurat bagai benda museum purba

3. salut buat akhwat kami yang mendekap cinta Allah lebih daripada rongrongan nafsu manusia | yang mengukur mulianya dari #aurat yg dibuka

4. begitulah akhwat kami, yg hanya pd Allah diia takuti, yang dirindukan lelaki pengagum Nabi, dicemburui bidadari surgawi

5. Islam memandang wanita makhluk agung, yang harus terlindung, dengan jilbab dan kerudung | agar terhormat bukan bermaksud memasung

6. karena itulah Rasul menasihati Asma binti Abu Bakar “tak layak wanita yang telah haid terlihat kecuali ini dan ini” (HR Abu Dawud)

7. “ini dan ini” | selagi mengucap, Rasul mengisyaratkan dengan batasan tangan, yaitu wajah dan tangannya, semudah itulah #aurat wanita

8. tak hanya menentukan batas #aurat wanita, Islam pun menuntun wanita tentang cara memilih pakaian penjaga auratnya, kerudung dan jilbab

9. adapun kerudung, Al-Qur’an menyebutnya khimar | dan ia berhak menutup #aurat kepala wanita sampai dengan batas dadanya (QS 24:31)

add 1. khimar (kerudung, tudung) | kain penutup aurat wanita sampai batas dada (QS 24:31) http://t.co/gJt88cyJ

10. adapun jilbab, begitu sebutan Al-Qur’an, kita mengenalnya baju kurung atau jubah | ia menutup #aurat sampai mata kaki (QS 33:59)

add 2. jilbab (jubah, baju kurung, gamis) | kain penutup aurat wanita sampai batas kaki (QS 33:59) http://t.co/0N7OBli5

11. namun seringkali Muslim kita rancu, menyamakan antara jilbab sebagai kerudung | padahal keduanya berbeda, tak sekandung 🙂

12. mengenai batasan jilbab, izinkan saya rangkumkan pendapat Ibnu Katsir, Ibnu Mas’ud dan Ibnu Hazm, tentang apa itu jilbab

13. jilbab adalah pakaian penutup tubuh wanita, yg terulur, tidak berpotongan, tidak tembus pandang, dan tidak menampakkan lekuk tubuh

14. “..perempuan anshor keluar seakan-akan dari atas kepala mereka terdapat burung gagak, karena tertutup selimut.” (HR Abu Dawud)

add 3. jilbab-kerudung dipadu pada akhwat http://t.co/hanxxuNL

15. dari hadits lain juga kita dapatkan bahwa syarat jilbab adalah menutupi mata kaki bagi wanita, tak mengapa bila sampai menyapu jalan

16. dan tambahannya, agar tak terlihat lekuk tubuh saat angin bertiup, atau karena sinar terik, hendaknya wanita juga kenakan mihnah

17. mihnah adl pakaian yg biasa dipakai wanita di rumah, pelapis bagian dalam | dan bila ia keluar rumah, maka jilbab ditutupkan atas mihnah

18. bolehkah jilbab dan kerudung berwarna selain warna gelap? | bila itu tidak menyolok perhatian pria, dipersilahkan oleh syariah

add 4. menutup aurat bagi wanita http://t.co/xHsIH4Jv

19. perkenankan pula kami sampaikan keuntungan apa yang didapat akhwat kami yang menghormati dirinya dengan menutu[p #auratnya

20. jelas lebih hemat, ringkas dan cepat | tak perlu sanggul yang memakan waktu dan mahal, tak perlu riasan yang risih

21. dengan menutup #aurat, tanda kemajuan peradaban | justru yang tak menutup #aurat tertinggal zaman karena menyamai pakaian zaman batu

22. mana yg akan dipilih pria berakal? | produk yg tersegel yang terlindung ataukah yg telah terbuka? pisang goreng atau lapis legit?

23. ini rahasia | pria yg tertarik pada wanita yang taat pada Allah, pastilah pria itu taat pada Allah pula | mengayomi, mengimami, memimpin

24. you’re so special, limited edition, mungkin anda termasuk yang sedikit dan dianggap aneh | bukankah penghuni surga itu sedikit?

25. aman dari Allah dgn menutup #aurat | ini yg utama | siapa yg merasa aman dari Allah di dunia, Allah janji akan buat dia takut di akhirat

26. subhanallah, camkan peringatan Rasulullah “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat.. >>

27. kedua, para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring.. >>

28. wanita spt ini takkan masuk surga dan takkan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR Muslim)

29. betul dengan menutup aurat, mungkin kita akan terasing, namun bukankah Rasul katakan Islam datang dan kembali terasing?

30. begitulah bara api di tangan kita, maka Rasul jamin “Bahkan (pahala mereka berlipat) 50x org diantara kalian (shahabat)” (HR Abu Dawud)

31. Semoga Allah berikan kemudahan bagi akhwat kami tutupkan auratnya, dan istiqamah bagi yg telah melakukan, dan kesabaran bagi semua

32. lebih sedap dipandang, lebih enak dilihat | lebih jauh dari murka dan neraka dan lebih dekat pada surga dan ampunan, tutuplah #aurat

33. dan satu saat dgn bangga anda katakan | “wahai suamiku, Demi Allah, hanya engkau satu-satunya makhluk Allah yg diizinkan saksikan aku”

Sumber

IRONI RAMADHAN

Assalamualikum Wr.Wb

kaum muslimin yang berbahagia dimanapun berada , bulan ramadhan kini menjelang dan seperti biasa aku melihat perubahan terjadi dimana mana dalam berbagai rupa

hari-hari awal awal pastilah mesjid penuh sesak dgn tarawihan dan mushola ramai manusia dendangkan tilawah tadarus Al-quran
Akhwat-akhwat mulai tutupi auratnya dengan hijab , artis-artis terhadap apa yang mereka siarkan mulai bertanggung jawab bahkan sinetron romeo dan juliet berganti jadi sofa marwah saat ramadhan layar kaca pun tak tertinggal siar pengajian , film gairah cinta dipending jadi tasbih cinta agar ma’ruf , nikmatnya pacaran diganti dengan indahnya ta’aruf ..

sering aku tersenyum geli melihat tingkah pola umat islam karena mereka masih berkutat dengan pemikiran dzholim tapi ramadhan memang ajaib ia mampu membuat perubahan 180 derajat sayangnya setelah ramadhan banyak yang kembali bejat , ini pula yang  sebabkan luka tak terperih bagai tersulut api perubahan di mata ternyata belum sampai ke akar hati .

sekularisme memang menarik umat kejurang kegelapan yang paling dalam tanpa sisakan secercah sinar yang bahkan cukup untuk mengurai air mata , sekularisme ajarkan bahwasanya Allah pergi meninggalkan manusia dan tak lagi menghitung amalan manusia selain pada ramadhan yang mulia bagaimana bisa seorang muslim tahankan apa yang halal baginya karena Allah diwaktu siang namun justru berbuka dengan apa yang Allah haramkan dia menahan makanan , minuman karena Allah di siang hari namun dia berbuka dengan riba dan hukum thaghut yang Allah benci …

ah … sepuluh kali ramadhan telah berlalu namun usahaku tampaknya belum ada hasilnya atau apakah ini hanya persangkaanku belaka toh perhitungan Allah tiada sama dengan hitungan manusia. malam yang kita sangka paling gelap bisa jadi malam yang paling dekat dengan fajar dalam sadar aku hanya mencerca usahaku yang belum banyak.  berharap pertolongan Allah walau aku tahu aku belum lah layak, umat memang berbahaya penuh dengan hal-hal yang tidak terduga ia bisa menjadi selimut pelindung dari dingin malam dan panasnya siang dan ia pun dapat menjelma  menjadi monster paling menakutkan.

membenamkan kukuh-kukuh ucapannya  dalam hatimu terdalam , menghujamkan belati beracun dalam setiap bagian tubuhmu yang mampu ia jangkau menunjukan cahaya bagi mereka yang terlalu lama berjalan dalam kegelapan sama saja memberikan rasa sakit .
sebagian pejalan dalam gelap ini lebih suka berada di dalam kedzholiman ketimbang bermandikan cahaya ilahi , mungkin dalam hati kecil mereka rindukan terang Allah namun syaitan melakukan tugasnya dengan baik hingga mereka lebih suka dalam kegelapan .
mereka lupa bahwa lebih terhormat mati di dalam terang daripada hidup dalam kegelapan yah setidaknya engkau dilihat dan diingat .

dalam kegelapan mungkin engkau nyaman namun tak seorangpun tahu eksistensimu walaupun engkau hidup juga ingat namamu, aku adalah hamba Allah yang Maha Suci . cintaku pada langit tak berarti aku tidak menginjak bumi justru langit mengajarkanku dengan hujan yang membasahi bumi menumbuhkan benih yang beristirahat dalam gelap mati .

cinta Kepada Allah selalu hadiahkan 2 hal pada hamba yaitu lidah dan air mata , aku selalu berdoa semoga Allah memberikan semua pengemban dakwah mampu merengkuh kemuliaan ramadhan dan karunia yang Allah limpahkan di dalamnya . karena tiap perkataan mereka bagaikan penyambung nafas dunia menghindarkan umat dari kerusakan sehabisnya .

mungkin umat bagaikan laron yang tak suka dihalau api mungkin ia akan mengigit tangan yang berusaha menghalaunya dari kecelakaan namun bukankah itu kenikmatan dakwah yang juga dirasakan junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW penghulu segala kebaikan bilakah pantas seorang manusia berkeluh kesah terhadap dakwah manakala tauladan kita  Nabi Muhammad  SAW bersemangat menjalankannya .

benar logam akan berkarat seiring waktu namun emas tetaplah emas , waktu adalah satu-satunya pemisah antara keistiqomahan dan yang ditinggalkan.

Wassalamualikum Wr.Wb

Masih pacaran? udah putusin aja kali

1. remaja, masa dimana bermekaran semua | tidak hanya cita ataupun rasa, tapi juga mulai dihampiri cinta

2. awalnya dekat itu biasa, namun kala remaja berubah jadi getar asmara | segala terasa indah, setiap hari jadi berwarna

3. salahkah cinta sebabkan rasa pada manusia? | tidak pernah sayang, tidak pernah Allah karuniakan selaksa cinta untuk menyiksa

4. Allah turunkan cinta bagi manusia sebagai tanda | bahwa kita bisa berkeluarga, mampu lanjutkan keturunan dalam satu bahtera asa

5. maka tak ada yang salah dengan cinta | masalahnya adalah bagaimana kita menyalurkan cinta dlm bentuk pergaulan, khususnya remaja

6. Islam mengatur agar tak salah jalan | arahkan manusia yg telah memiliki cinta untuk dikukuhkan dalam ikatan pernikahan

7. pernikahan membuat segala bentuk cinta menjadi halal berpahala dan penuh kenikmatan | sebagai hadiah Allah buat insan

8. namun sebelum pernikahan, semua bentuk cinta dihijab larangan | karena Allah tau yg terbaik bagi manusia yg Dia ciptakan

9. lalu bagaimana dengan remaja? | apakah yg harus dilakukan dengan cinta yang belum seharusnya? karena terhalang sekolah dan cita-cita?

10. bagi mereka Islam perintahkan berpuasa | jauhkan diri dari rangsangan fisik semacam memandang, mendekat atau berkhalwat ria

11. Rasul lisankan, “berdua-duaan dengan wanita tanpa disertai oleh mahram si wanita, yg ketiganya adalah setan” (HR Bukhari dan Muslim)

12. dari sini kita dapatkan hukum berpacaran | bahwa ia adalah interaksi yg dilarang dalam Islam secara mutlak

13. tapi anak muda memang selalu bisa cari alasan | lupa bawa pembenaran itu beda tipis dengan kebenaran

14. pacaran itu penambah semangat belajar | “oh, teori, yg terjadi kebanyakan sebaliknya kawan, lagipula bukankah harusnya lillahi ta’ala?”

15. pacaran itu sebuah nada cinta, bukankah Allah Maha Cinta? | “betul, makanya Allah perintahkan nikah, bukan pacaran”

16. pacaran itu penjajakan pra-nikah | “itulah lelaki yg miskin tanggung jawab, ‘penjajakan’ dahulu, bukan komitmen akad nikah dahulu”

17. pacaran supaya tak beli kucing dalam karung | “banyak yg pacaran lama nikah sejenak saja, dan saya tak pacaran alhamdulillah langgeng”

18. pacaran itu bikin hidup lebih hidup | “iyakah? bukankah dominasi penggalau yg tewas bunuh diri karena berpacaran?”

19. pacaran itu bukan apa-apa kok, kita have some fun aja | “nah akhirnya, inilah perkataan paling jujur tentang pacaran”

20. saya pacaran untuk ajarkan Islam pada pacar | “Islamnya belum tentu sampai, maksiatnya sudah pasti, niat baik harus dikawani cara baik
21. saya nggak lakukan apapun, tak pegangan tangan, tiada interaksi fisik | “sekalian sempurnakan tak usah pacaran lebih ok”
22. kaum lelaki, coba pikirkan, bila anda benar sayang padanya, tentu tak ingin kulitnya disentuh api neraka dengan maksiat pacaran bukan?
23. kaum lelaki, coba pikirkan, andaikan anda benar sayang padanya, tentu tak akan korbankan masa depannya dengan maksiat pacaran bukan?
24. kaum wanita, coba pikirkan, andaikan telah berani maksiat bahkan sebelum menikah, apa yang menjamin taatnya setelah menikah?
25. kaum wanita, coba pikirkan, tidak inginkah anda menjadi yang pertama bagi suami nantinya? pertama disentuh tangannya, hatinya?
26. bagi remaja, cukuplah interaksi lelaki-wanita saat syariat bolehkan, tegur sapa secukupnya, tiada lebih daripada itu
27. bagi remaja, jadi bila memang cintamu karena Allah, maka engkau sanggup bertemu karena Allah, pula sanggup berpisah karena-Nya
28. bagi remaja, bila belum sanggup menikah, maka cinta harus ditangguh | PACARAN? udah putusin aja kali ….

semua butuh waktu

Art Berg adalah atlet berbakat yang memiliki masa depan cerah. Ia punya perusahaan konstruksi dan seorang tunangan yang baik dan cantik. Pada suatu malam, dalam perjalanan menuju rumah tunangannya di Utah untuk menuntaskan acara pernikahan mereka.

Karena perjalanan panjang, ia lelah dan mengantuk hingga mobilnya menabrak tiang pembatas jalan dan terjun ke jurang. Ia terlempar dari mobil dan jatuh ke tanah dengan leher patah. Akibatnya ia lumpuh dari dada ke bawah dan tidak bisa menggerakkan tangan dan kakinya. Dokter berkata ia tidak akan pulih dari kelumpuhan. Teman-temannya menasehatinya agar ia melupakan pernikahannya.

Art Berg takut dan putus asa. Namun ibunya datang dan berbisik, “Nak, hal sulit membutuhkan waktu. Hal mustahil perlu waktu sedikit lebih lama.” Karena kata-kata itu, harapannya muncul kembali. Ia berlatih keras hingga akhirnya bisa mandiri.
Sebelas tahun kemudian ia kembali memimpin perusahaannya sendiri, bisa menyetir dan berolahraga, serta menikah dengan tunangannya dan punya dua anak. Sekarang ia menjadi pembicara profesional dan penulis buku yang mendorong dan memotivasi banyak orang.

Kadang-kadang sesuatu tidak berjalan seperti yang kita harapkan.

Tetapi jika kita saat ini sedang mengalami hal yang kelihatannya tidak ada jalan keluar, jangan putus asa!
Hal sulit membutuhkan waktu.
Hal mustahil perlu waktu sedikit lebih lama.

Tetapi orang yang bertahan sampai akhir akan menang.
Bersama Tuhan, kita pasti bisa!

 

 

 

Back to Al-Quran

 

  • MANUSIA BERTANYA : Bolehkah aku frustrasi ?
  • QUR’AN MENJAWAB : Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali Imraan : 139)
  • MANUSIA BERTANYA : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
  • QUR’AN MENJAWAB : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (Al-Baqarah : 286)
  • MANUSIA BERTANYA : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?
  • QUR’AN MENJAWAB :  boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)
  • MANUSIA BERTANYA : Kenapa aku diuji ?
  • QUR’AN MENJAWAB : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut : 2). Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabuut : 3)
  • MANUSIA BERTANYA : Bolehkah aku berputus asa ?
  • QUR’AN MENJAWAB : dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf : 87)
  • MANUSIA BERTANYA : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
  • QUR’AN MENJAWAB : Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imraan : 200)
  • MANUSIA BERTANYA : Bagaimana menguatkan hatiku?
  • QUR’AN MENJAWAB :  Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal (At-Taubah : 129)
  • MANUSIA BERTANYA : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?
  • QUR’AN MENJAWAB : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka…(At-Taubah : 111)

Sumber

Evaluasi Pekerjaanmu

 

Seorang bocah laki-laki masuk ke sebuah toko. Ia mengambil peti minuman dan mendorongnya ke dekat pesawat telepon koin. Lalu, ia naik ke atasnya sehingga ia bisa menekan tombol angka di telepon dengan leluasa. Ditekannya tujuh digit angka. Si pemilik toko mengamati-amati tingkah bocah ini dan menguping percakapan teleponnya.

Bocah: Ibu, bisakah saya mendapat pekerjaan memotong rumput di halaman Ibu?

Ibu (di ujung telepon sebelah sana): Saya sudah punya orang untuk mengerjakannya.

Bocah: Ibu bisa bayar saya setengah upah dari orang itu.

Ibu: Saya sudah sangat puas dengan hasil kerja orang itu.

Bocah (dengan sedikit memaksa): Saya juga akan menyapu pinggiran trotoar Ibu dan saya jamin di hari Minggu halaman rumah Ibu akan jadi yang tercantik di antara rumah” yg berada di kompleks perumahan ibu.

Ibu: Tidak, terima kasih.

Dengan senyuman di wajahnya, bocah itu menaruh kembali gagang telepon. Si pemilik toko, yang sedari tadi mendengarkan, menghampiri bocah itu.

Pemilik Toko: Nak, aku suka sikapmu, semangat positifmu, dan aku ingin menawarkanmu pekerjaan.

Bocah: Tidak. Makasih.

Pemilik Toko: Tapi tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan.

Bocah: Oh, itu, Pak. Saya cuma mau mengecek apa kerjaan saya sudah bagus. Sayalah yang bekerja untuk Ibu tadi!

Seperti anak kecil ini, sebaiknyalah kita mengevaluasi tentang apa yang kita kerjakan saat ini untuk memastikan kualitas yg lebih baik di hari esok dan seterusnya.

Ingatlah ……

“WAKTU seperti sungai, kamu tidak bisa menyentuh air yang sama untuk kedua kalinya, karena air yang telah mengalir akan terus berlalu dan tidak akan pernah KEMBALI”.Untuk itu …Buat Hidupmu Lebih BERARTI

ayah temani aku satu jam saja

Seorg ayah pulang kantor dlm keadaan lelah dan penat, ia menemukan anak lelakinya yg berumur 5 thn mnyambutnya di dpn pintu,

“Ayah, bolehkah aku bertanya sesuatu?”
“Tentu, anakku, ada apa?”
“Ayah, berapa rupiah ayah peroleh tiap jam kerja ayah?”
“Itu bukan urusanmu, nak. Kenapa kamu tanya itu?” kata ayah dgn sedikit kesal.
“Aku cuma mau tahu. Tolong beritahu aku ayah, berapa rupiah ayah peroleh dlm satu jam?” si kecil memohon.
“Baiklah, kalau kamu tetap ingin mengetahuinya… Ayah dapat 30 ribu tiap jamnya”
“Oh„” sahut si kecil, dgn kepala menunduk.

Tak lama kmudian ia mendongakkan kepala, dan bertanya pada ayahnya,

“Ayah, boleh aku pinjam uang ayah 10 ribu?”
“meminjam uang dari ayah?! Utk apa?! Utk jajan sembarangan atau mau beli mainan?!Lbh baik km ke kamarmu, dan tidur!!!” Kt ayah dgn sdkt marah.
Si kecil pun prgi ke kamarnya dgn sedih dan menutup pintu.

Sejam kemudian,
ketika ayah mulai tenang, ia berpikir barangkali ia terlalu kasar pd si kecil. Mgkn ada keinginan yg penting hingga anaknya meminta uang 10 ribu darinya, toh ia tdk sering meminta uang.
Ayahpun beranjak ke kamar si kecil,
“Km sdh tidur, Nak?” ia bertanya.

“Belum, Yah, aku msh terjaga,” jawab si kecil.
“Setelah ayah pikir2, mungkin tdi ayah trlalu keras padamu” kata ayah.
“Hari ini ayah begitu sibuk dan lelah, dan maaf ayah melampiaskannya padamu, ini uang 10rb yg km minta”
Si kecilpun senang, tersenyum, dan berkata:
“Oh, ayah, terima kasih.”
lalu iapun mengeluarkan uang dr bwh bantalnya dan menghitungnya. Ayah menatap heran lalu bertanya:
“Km sdh pnya uang, knp minta lg sm ayah?”
“Ak hnya punya 20rb Ayah, jd kurng 10rb utk bs membayar ayah„”
Ayah smkin heran.
“Ini Ayah, ak mau bayar ayah 30rb untuk meminta waktu ayah besok satu jam sj utk bs makan dan main bersamaku”
Ayahpun meneteskan air mata, lalu memeluk si kecil„
“Maafkan ayah, nak, ayah terlalu sibuk dan tak prnh pnya wktu utk’mu, ayah memang jahat„”
Si kecilpun mencium pipi ayahnya.

Pelajaran utk anda yg sdh brkeluarga, luangkanlah sdkt wktu utk keluargamu, krn itu sgt berarti utk mereka 🙂

Rasa Bangga Ibu terhadap anaknya

“Hendak pergi kemana Bu?”,tanya irwan kepada seorang ibu yang duduk di sebelahnya saat perjalanan di dalam sebuah kereta api.

“Saya hendak ke Jakarta mas nengok anak saya yang nomor lima”, jawab bu Ida, wanita murah senyum tersebut.

“Anaknya kerja di Jakarta ya Bu? Kalau boleh tahu emang anak Ibu berapa?”, tanya Irwan lagi.

“Anak saya lima mas. Yang di Jakarta ini yang paling kecil, baru dilantik jadi dokter dua bulan lalu”, jawabnya.

“Wah pintar dong bu ya anaknya jadi dokter. Emang kakak-kakaknya dokter juga ya?”, irwan kembali bertanya.

“Ooo..bukan mas, yang dokter cuma dia, kakaknya yang nomor empat dosen sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta, yang nomor tiga jadi konsultan keuangan di Singapura.” Jawab ibu tersebut.

“Wah anak ibu sukes-sukses ya. Lalu bagaimana dengan anak ibu yang nomor dua dan nomor satu Bu?”

“Anak saya yang nomor dua sebagai psikolog di Semarang mas”, kata ibu menjawab, lalu sesaat ia terdiam sejenak.

“Terus yang pertama?”, tanya irwan penasaran memecah keheningan.

“Anak saya yang pertama tukang becak, ia tinggal di desa di pesisir pantai utara Jawa Timur, Lamongan.”

tukasnya.

“Hah, tukang becak? kok beda Bu dengan adik-adiknya”, masih belum hilang penasaran Irwan terhadap jawaban ibu Ida tersebut.

Sambil diiringi dengan senyum hangatnya, ibu itu menjawab dengan bangga dan penuh rendah hati,

“Ya, meskipun dia tukang becak, tapi saya bangga padanya. Sejak suami saya meninggal belasan tahun lalu, dia yang bekerja keras membanting tulang menyekolahkan adik-adiknya hingga sukses dengan becak peninggalan ayahnya. Besar tekadnya agar adik-adiknya bisa berhasil walaupun ayah yang dicintainya telah tiada.”

Mendengar jawaban wanita disebelahnya, tanpa ia sadari menetes air mata Irwan dalam hening perjalanan malam itu,