begitu besar rasa sayang ibu ke anaknya

Di sebuah desa ada seorang anak yang masih SMP dan hanya memiliki ibu.

Tetapi, anak itu benci sekali dengan ibunya, karena ibunya hanya memiliki mata satu. Anak itu sampai tidak memanggap kalau dia punya ibu.

Dia sangat membenci ibunya karena teman-teman disekolahnya sangat sering menghina dia dan ibunya.

Karena hal itulah,dia sangat membenci ibunya dan bertekad untuk kerja ke luar kota setelah dewasa nanti.

Waktu berjalan, tak terasa dia sudah besar.
Meskipun sudah dewasa, dia tetap membenci ibunya.Dia malu mempunyai ibu yang cacat.

Suatu hari, ia pergi dari desa itu dan bekerja di luar kota.

Dan anak itu mendapat istri pejabat kaya dan diapun menjadi anak orang kaya! 10 Tahun sudah berlalu.Anak itu sudah mempunyai 2 anak, laki-laki dan perempuan.

Lalu ibunya yang dari desa mencari anaknya di kota karena sudah 10 tahun tidak bertemu. Dan akhirnya sang ibu menemukan rumah anaknya.Ibu itupun terkejut karena rumah anaknya sangat besar!!!

Lalu pada saat mengetuk pintu rumah itu, cucunya dia membukakan pintunya. Lalu cucunya berkata “PAPAAA, MAMAA ADA ORANG GILAA DATANGG KERUMAAH!!”.

Anak ibu itu yang sudah menjadi kaya menemui ibu itu lalu berkata “Maaf Ibu ini siapa ya??”

Sang ibu menjawab “nak ini ibu nak, apakah kamu tidak mengingat Ibu??”.

Sang istri berkata “Sayang, kamu punya ibu kok ga bilang-bilang?”.

Lalu anaknya ibu itu berkata “Tidak, ibuku sudah lama meninggal. Lagipula ibuku tidak cacat seperti dia!”. Sang anak mengusir ibunya sendiri.

Bebeberapa hari terlewati setelah kejadian itu. Lalu tiba-tiba ada surat datang dari seorang penduduk.Lalu, penduduk itu berkata “Ibu kamu 2 hari yang lalu telah meninggal.”

Dengan santai sang anak menjawab “Oh, baguslah sudah tak ada pengganggu lagi”, lalu penduduk itu bilang “Sebelum dia meninggal dunia, ibumu meninggalkan surat” penduduk itu memberikan surat itu ke sang anak.

Dengan ogah ogahan, anak itu membaca surat dari ibunya.

“Wahai anakku, ibu tahu kalau kamu benci ibu karena ibu hanya memiliki 1 mata. Tapi sesungguhnya, waktu kamu lahir matamu hanya satu. Karena ayahmu kesal ia meninggalkan ibu sendiri. Lalu karena ibu kasihan kepadamu, akhirnya ibu memberikan 1 mata ibu hanya untukmu nak. Ibu tidak bilang ini karena ibu takut kamu bersedih. Namun ibu senang melihat kamu sudah bahagia dengan kehidupanmu sekarang.Maafkan Ibu jika ibu sudah mempermalukanmu dan menjadi ibu yang tak berguna karena hanya bermata satu.”

CELAKA! CELAKA! CELAKA!

Sungguh celaka!

Apa yang bisa anak itu katakan setelah membaca surat itu?
Dia hanya bisa menangis dan menyesali perbuatannya selama ini.
Namun itu sia-sia saja.

Ya pembaca yang terhormat,kisah itu mengajari kita bahwa bagaimanapun kondisi ibumu,cintailah dan hargai ibu kita sendiri, jangan pernah menyia-nyiakan dan mengecewakan ibu kita semua. Kalau sudah meninggal percuma kita berdo’a sampai jidat berdarah-darah, untuk meminta maaf atau membalas budi beliau, jadi jangan sia-siakan kesempatan ketika beliau masih hidup.

Jika Ibu kita sudah tiada, jangan lupa do’akan selalu beliau.

Sumber

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s