merangkul cara baru

“Malam itu panjang, maka janganlah engkau memendekkannya dengan tidurmu. Siang itu bersih, maka janganlah engkau mencemarinya dengan dosa-dosamu”. “Padang di dunia ditempuh dengan jalan kaki, padang di akhirat ditempuh dengan hati”

“Dunia adalah pemimpin orang yang mengejarnya dan pelayan orang yang menolaknya. Dunia itu mengejar dan dikejar. Barang siapa mengejarnya, ia akan menolak; dan barangsiapa menolaknya, ia akan mengejarnya”. “Ahli dunia menemukan indahnya kalam, ahli akhirat menemukan indahnya makna”

“Jika kamu menyendiri dengan hal yang mencurigakan dalam kegelapan, sedang hawa nafsu mendorongmu untuk berbuat melampaui batas, maka malulah kepada penglihatan tuhan. dan katakan kepada dirimu, “Sesungguhnya Tuhan yang menciptakan kegelapan melihatku.”

“Hai orang yang pernah melihat ‘UMAR’ saat mengenakan jubahnya yang sederhana, lauk yang disantapnya cuma minyak (seadanya) dan gubuk adalah tempat tinggalnya. Kisra goyah di atas singgasananya karena Gentar, dan raja-raja romawi takut padanya”. Amirul Mukminin ‘Umar ditikam, darahnya mengalir deras bagaikan air mengalir. Akan tetapi apa yang dikatakannya? Air matanya bercucuran dan ia mengatakan: “Aduhai, sekiranya ibuku tidak melahirkanku! Aduhai kiranya aku tidak mengenal kehidupan! Aduhai kiranya aku tidak menjabat khalifah! Darahnya mengucur dan air matanya mengalir deras, tetapi dia bertanya: “Apakah aku sudah shalat?” karena dia ditikam pada raka’at pertama dan belum menuntaskan shalatnya. Dia tidak menanyakan istrinya, kedudukannya, rumahnya, gedungnya, kekhalifahannya, tapi apakah dia telah menyelesaikan shalatnya?.

Mereka yang hadir menjawab: “Allah membantumu untuk menyelesaikan shalatmu.” Dalam sekaratul mautnya dia mengatakan: Shalat! Shalat! “Takutlah kepada Allah! Janganlah sampai shalat ditinggalkan, karena tiada bagian dalam islam bagi orang yang meninggalkannya. Barangsiapa yang memelihara shalatnya, maka Allah akan memeliharanya, dan barangsiapa menyia-nyiakan shalat, maka Allah akan menyia-nyiakannya.”. “Apabila air mata membasahi pipi, maka jelaslah orang yang benar-benar menangis, dan yang pura-pura, menangis.”

“Wahai orang yang melelahkan tubuhnya, sudah berapa banyak kamu lakukan untuk kesenangan tubuhmu? Engkau telah melelahkannya dengan hal-hal yang merugikanmu. Perhatikanlah rohanimu dan lengkapilah keutamaannya, karena hanya dengan rohanilah engkau menjadi manusia, bukan dengan tubuh kasarmu. Wahai orang yang bersusah payah meramaikan rumah yang sudah menjadi puing-puing, apakah ada keramaian pada rumah yang sudah menjadi puing-puing?”

“Bersegeralah melakukan tobat yang tulus sebelum ajal datang mencabut nyawa. Jangan kamu remehkan dosa sekecil apapun, karena sesungguhnya amal perbuatan itu hanya dinilai dari kesudahannya. Barangsiapa yang dijumpai oleh Allah dalam keadaan cinta kepada-Nya, maka Allah lebih cinta kepadanya”

“Bangunlah wahai orang yang banyak tidur, sampai kapankah kebekuan ini berlangsung? Dunia ini adalah negeri yang fana, segala sesuatu yang ada padanya pasti lenyap. Kebaikan yang ada padanya sangat sedikit, sedang keburukannya banyak sekali. Usia di dunia makin berkurang, sedang keburukan makin bertambah. Oleh karena itu, perbanyaklah membuat bekal karena sesungguhnya perjalanan yang akan ditempuh sangat jauh.”

“Sesungguhnya Allah telah mempersiapkan manusia untuk urusan penting, sekiranya kamu memahaminya, oleh karena itu angkatlah dirimu tinggi-tinggi, jangan sampai kamu disamakan dengan ternak yang ditelantarkan”. “Kamu menangis dan menjerit saat dilahirkan oleh ibumu, sedang orang-orang di sekitarmu tertawa karena gembira. Maka beramallah untuk dirimu, sampai kamu tersenyum gembira pada hari kematianmu sedang mereka menangisi kepergianmu.”

“Jagalah lisanmu! Jangan kamu menyebut kekurangan seseorang, karena kamu pun mempunyai kekurangan dan orang lain mempunyai lisan. Jagalah matamu! Jika terlihat olehmu aib suatu kaum maka katakanlah,  “Hai mataku, orang lain pun mempunyai mata.”

“Seandainya saja kamu merasa manis sekalipun hidup ini pahit, dan seandainya saja kamu merasa puas sekalipun orang-orang lain marah, apabila kecintaanmu benar maka semuanya akan terasa mudah, karena tiap-tiap orang yang ada di muka bumi, semuanya berasal dari tanah”

(dikutip dari buku cambuk hati 1 dan 2 karya dr qaidh al qarni)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s