Mengupas Topengku

 

 

berbicara soal mengupas, jadi teringat mangga, apel, dan buah”an segar lainnya :9 *eh  hahaha -_-
okee fokus fokus …

hey kamuuu , iya kamuuu.. kau mau tau apa yang sebenarnya tersimpan di dalam hatiku!?
yah semua itu tentang pertanyaan yah sebuah pertanyaan yang selama ini kusimpan dan kupendam yang isinya adalah sebuah tanda tanya “Bagaimana aku bisa mendapatkanmu tanpa merubah diriku sendiri“!?

mungkin disaat ku menulis semua ini kau sudah tidak ada lagi disisi, kau sudah pergi, sudah menemukan sosok lelaki yang bisa menyenangkan hati yah apa daya ini,walaupun terlalu pahit untuk menerima semua ini tetap saja ku ucapkan semoga hubunganmu dengannya menjadi sebuah harmoni yang berseri-seri :’)

izinkan aku sedikit bercerita mungkin ini berupa perumpamaan karena ku sengaja ingin membuat perasaan dan logikamu sedikit bekerja untuk memahaminya yah ini tentang suatu masa dimana ketika mencintaimu aku selalu memahat topeng arsiran demi arsiran hari perhari, senin aku memahat alis yang tebal lalu diberi gelap, selasa aku lalu memancungkan hidungku, rabu aku mengamplas permukaan topengku agar terlihat lebih halus, dikamis tunggu aku menggerus daguku sampai berbentuk sedikit runcing.

Hari per hari, aku memahat topengku yang semakin kusadari malah berbentuk wajahmu, setidaknya bentuk keinginanmu, bukan malah berbentuk wajahku atau akar dan batang resolusi resolusiku.

Lalu kadang ketika berkaca aku malah tak mengenal sosok didepanku, lupa bentuk asliku yang khas dan tersesat kedalam kesemuan ambisi memilikimu. tenggelam dan tetap kehilanganmu

yah Seandainya saja dirimu tahu segalanya tentang diriku yah tentang aku dan juga masa silamku. Tentang khilafku. Mungkin pandangan dari mata kecilmu tidak redup seperti selalu. Mungkin juga senyumanmu tidak seikhlas dulu, atau mungkin dirimu segera menjauh dari ku.Kerana itu aku malu mendekatimu,dan sungguh Allah mengerti sedalam-dalam perasaanku. PadaNya ku serah segala rasa dan melalui dirimu aku semakin lebih mencintaiNya yah insyaAllah semoga saja rasa ini tetap setia iya semua ini buat kamuu yang dengan sengaja ku memendam rasa hingga akhirnya kita tau siapa yang benar” menjaga atau dengan pantas mengabaikannya ah sudahlah maafin saja kalau aku terlalu serius menanggapinya hahaha😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s