Percakapan dua hati

PERCAKAPAN DUA HATI 

eh macem mana pulak ni hati bolehsaling cakap? iyeke? awak tak caye? jom simak

indri dwi rachmawati berkolaborasi bersame Pramesti Laksmi mereka boleh cube dan nak butkikan kalau benar hati tu boleh cakap satu sama lain, jom jom disimak :3

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR3_J6qf5TmywLk6bYHE34GXX26Mr4tBRveK8A_2EaMJV7Ye_m3

  • X: Jika malam ini aku merindukan kamu, berlebihankah ketika aku meminta semesta untuk menyempatkan sesingkat-singkatnya temu?
  • Y: Inginku pun begitu. sebab aku lelah jika harus terus mendekapmu dalam sempitnya celah mimpi-mimpi kita, itu terlalu sementara.
  • X: Aku termasuk yang tidak mudah untuk menangani rindu sendirian. Terkadang aku butuh waktu sebentar agar diizinkan merebah di pangkuan. Kamu, satu-satunya yang saat ini kuperlukan.
  • Y: Selalu kupinta pada Tuhan agar jarak ini dikurangkan, namun rindu biar saja ditambahkan. Sebab aku selalu suka caramu membayar setiap hitungan rindu. Serangan senyum itu, pelukan erat itu.. Ah, sudahlah. Aku baru saja melipatgandakan rindu di dadaku, dengan hanya mengingat-ingat tentang kamu.. Ayo, kita kalahkan semesta, mari bersua!
  • X: Aku pun, selalu kagum pada caramu menenangkan rindu milikku. Bukankah terkadang jarak tampak indah di mana kita dihadapkan pada dua yang saling membutuhkan? Sedang apa rindu milikmu? Milikku sedang berlarian mengelilingi benak dan kepala, entah untuk tujuan apa.
  • Y: Rinduku sedang memperhatikanmu dari kejauhan. menyusun strategi, dengan apa ia akan menenangkan hatimu nanti. Boleh kuminta kamu rekam setiap senyummu ketika memikirkan aku? Aku ingin berkaca pada gambar bibirmu
  • X: Boleh kuminta potret indah bola matamu ketika menuliskan itu? Biarkan aku menjadi sosok yang paling bersyukur dan dapat lebih jauh untuk menerima adanya rentang di antara kita.
  • Y: Kata-katamu menumbuhkan banyak sekali kamu di dalam aku, sampai-sampai dada ini terasa penuh; sesak yang menyenangkan. Hati-hati, jangan membuat cintaku semakin banyak dipendam, sebab ia gemar membalas dendam.
  • X: Aku selalu ingat pada bagaimana kata-kata seakan mampu menenangkan. Aku juga selalu ingat bagaimana pesan-pesan yang terkirim darimu selalu bisa menentramkan. Maka jadilah bagian dari perjalanan mereka, dan bersedialah menjadi tujuannya.
  • Y: Tentu, sebab sudah kubangun rumah masa depan berisi kamu, aku dan semesta kita. Meski baru sebatas angan, mari kita persiapkan. Tenang saja, masih banyak waktu untuk rindu yang kian berlipat, juga cinta yang kita sebar di banyak tempat.
  • X: Hari sudah terlalu larut. Beristirahatlah kamu, muara dari segala rindu-rindu. Malam ini, sudah sehari lagi kita mendekat pada hari untuk bertemu. Terima kasih, untuk segalamu yang selalu bisa menenangkan aku.
  • Y: Terima kasih kembali, sumber senyum semangatku. Tunggu aku di persimpangan mimpi. Mari bersama kita lalui sisa hari ini sampai mentari bilang selamat pagi. selamat memeluk cinta di antara jarak kita..Kuharap Tuhan akan selalu menjagamu, kepingan berharga dalam hatiku.

Pada sepasang hati yang saling merindukan, aku berharap secepatnya rindu mereka dipertemukan.

dan ternyate hati boleh cakap satu sama lain kan? meski tak langsung berhadapan kurasa hati kite pun bisa berbincang melalui perasaan yah semoga je lah (Eyaaak apa bende awak jadi cakap melayu gini)😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s