Lensa Syukur

LENSA SYUKUR

Apa merk kameramu?
Seberapa piawainyakah kamu mengambil gambar?

Di mana tempat tinggalmu?
Berapa pemasukanmu sebulan?

Seminggu terakhir ini terus terang saya merasa sangat terganggu denga twit seorang teman “di kehidupan nyata” saya. Dia selalu membandingkan Jakarta, Indonesia dengan California, Amerika Serikat. Selalu mengeluh, dan tidak ada satu hal pun yang dia nikmati dan syukuri dari tanah kelahirannya ini.

Memang itu hak dia, karena itu akun Twitter-nya. Dia bebas menuliskan apa saja, tapi dia lupa bahwa segala benih kenegatifan yang dia sebar menular ke seluruh lini masa – dan terlebih ke dirinya sendiri. Kata-kata yang buruk akan menarik dan mengundang semakin banyak hal buruk.

Indonesia (baca: Jakarta) memang bukan tempat yang paling nyaman di dunia, tapi menurut saya, di mana pun kita berada, kita harus dapat menyesuaikan diri, menikmati, dan bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan dan tentukan untuk kita. Kalau saat ini teman saya berada di Jakarta, tentunya Tuhan menginginkannya untuk ada di Jakarta – karena tidak ada hal yang dapat terjadi seijinNya. Dan tanpa disadarinya, dia sedang memberontak kepada keinginan Tuhan atas hidupnya saat ini.

Sebenarnya, seburuk-buruknya segala sesuatu, saya percaya masih ada hal baik yang dapat kita syukuri. Teringat seorang teman yang semalam mengingatkan betapa “Slumdog Millionaire” yang memenangkan piala Oscar itu sebenarnya adalah kumpulan gambar-gambar kumuh, tapi tetap terlihat indah. Karena sang juru kamera menemukan sisi keindahan dari suatu keporakporandaan.

Saya percaya bahwa kamera yang mahal, keahlian seseorang dalam mengambil gambar, dan obyek yang akan difoto itu sangat penting dalam usaha untuk mendapatkan foto yang indah. Tapi terlebih dari itu, saya lebih percaya pada mata dan hati orang yang mengambil foto. Foto yang diambil dengan kamera yang paling sederhana sekali pun dapat menjadi foto yang tak kalah indah dengan foto yang diambil dengan kamera yang mahal ketika kamera tersebut berada di tangan orang yang mampu melihat sisi lain dari hal apa pun: Mata dan hati orang yang bersyukur, karena Tuhan memberikannya kesempatan untuk menikmati semua itu.

Lakukan, lihat, rasakan, pikirkan semuanya dengan cinta ~

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s