Perkara yang harus kita ketahui

 Hati tersentap seketika pada sebuah sabda Nabi SAW yang begitu mendalam maksudnya. Ia telah direkodkan oleh At-Thabrani.

  • Ada tiga perkara yang membuat kita celaka.

1-Kedekut.
2-Tewas kepada nafsu.
3-Bangga dengan diri sendiri.

  • Ada tiga perkara yang membuat kita selamat.

1-Adil dalam setiap tindakan.
2-Berbudi pekerti mulia sesama manusia tidak kira siapa.
3-Takut kepada Allah saat terbuka (ada orang melihat) dan saat sunyi.

  • Ada tiga perkara yang dapat menghapus dosa.

1-Tunggu masuk waktu solat.
2-Berwhuduk pada pagi hari yang sejuk. (bangun awal untuk beribadah)
3-Melangkah kaki untuk solat berjamaah.

  • Ada tiga perkara yang dapat meninggikan darjat.

1-Memberi makan kepada orang lain.( Bersedekah )
2-Memperbanyakkan salam. (Public Relation yang baik)
3-Mendirikan solat pada malam hari saat orang nyenyak tidur (qiamullail) |

merangkul cara baru

“Malam itu panjang, maka janganlah engkau memendekkannya dengan tidurmu. Siang itu bersih, maka janganlah engkau mencemarinya dengan dosa-dosamu”. “Padang di dunia ditempuh dengan jalan kaki, padang di akhirat ditempuh dengan hati”

“Dunia adalah pemimpin orang yang mengejarnya dan pelayan orang yang menolaknya. Dunia itu mengejar dan dikejar. Barang siapa mengejarnya, ia akan menolak; dan barangsiapa menolaknya, ia akan mengejarnya”. “Ahli dunia menemukan indahnya kalam, ahli akhirat menemukan indahnya makna”

“Jika kamu menyendiri dengan hal yang mencurigakan dalam kegelapan, sedang hawa nafsu mendorongmu untuk berbuat melampaui batas, maka malulah kepada penglihatan tuhan. dan katakan kepada dirimu, “Sesungguhnya Tuhan yang menciptakan kegelapan melihatku.”

“Hai orang yang pernah melihat ‘UMAR’ saat mengenakan jubahnya yang sederhana, lauk yang disantapnya cuma minyak (seadanya) dan gubuk adalah tempat tinggalnya. Kisra goyah di atas singgasananya karena Gentar, dan raja-raja romawi takut padanya”. Amirul Mukminin ‘Umar ditikam, darahnya mengalir deras bagaikan air mengalir. Akan tetapi apa yang dikatakannya? Air matanya bercucuran dan ia mengatakan: “Aduhai, sekiranya ibuku tidak melahirkanku! Aduhai kiranya aku tidak mengenal kehidupan! Aduhai kiranya aku tidak menjabat khalifah! Darahnya mengucur dan air matanya mengalir deras, tetapi dia bertanya: “Apakah aku sudah shalat?” karena dia ditikam pada raka’at pertama dan belum menuntaskan shalatnya. Dia tidak menanyakan istrinya, kedudukannya, rumahnya, gedungnya, kekhalifahannya, tapi apakah dia telah menyelesaikan shalatnya?.

Mereka yang hadir menjawab: “Allah membantumu untuk menyelesaikan shalatmu.” Dalam sekaratul mautnya dia mengatakan: Shalat! Shalat! “Takutlah kepada Allah! Janganlah sampai shalat ditinggalkan, karena tiada bagian dalam islam bagi orang yang meninggalkannya. Barangsiapa yang memelihara shalatnya, maka Allah akan memeliharanya, dan barangsiapa menyia-nyiakan shalat, maka Allah akan menyia-nyiakannya.”. “Apabila air mata membasahi pipi, maka jelaslah orang yang benar-benar menangis, dan yang pura-pura, menangis.”

“Wahai orang yang melelahkan tubuhnya, sudah berapa banyak kamu lakukan untuk kesenangan tubuhmu? Engkau telah melelahkannya dengan hal-hal yang merugikanmu. Perhatikanlah rohanimu dan lengkapilah keutamaannya, karena hanya dengan rohanilah engkau menjadi manusia, bukan dengan tubuh kasarmu. Wahai orang yang bersusah payah meramaikan rumah yang sudah menjadi puing-puing, apakah ada keramaian pada rumah yang sudah menjadi puing-puing?”

“Bersegeralah melakukan tobat yang tulus sebelum ajal datang mencabut nyawa. Jangan kamu remehkan dosa sekecil apapun, karena sesungguhnya amal perbuatan itu hanya dinilai dari kesudahannya. Barangsiapa yang dijumpai oleh Allah dalam keadaan cinta kepada-Nya, maka Allah lebih cinta kepadanya”

“Bangunlah wahai orang yang banyak tidur, sampai kapankah kebekuan ini berlangsung? Dunia ini adalah negeri yang fana, segala sesuatu yang ada padanya pasti lenyap. Kebaikan yang ada padanya sangat sedikit, sedang keburukannya banyak sekali. Usia di dunia makin berkurang, sedang keburukan makin bertambah. Oleh karena itu, perbanyaklah membuat bekal karena sesungguhnya perjalanan yang akan ditempuh sangat jauh.”

“Sesungguhnya Allah telah mempersiapkan manusia untuk urusan penting, sekiranya kamu memahaminya, oleh karena itu angkatlah dirimu tinggi-tinggi, jangan sampai kamu disamakan dengan ternak yang ditelantarkan”. “Kamu menangis dan menjerit saat dilahirkan oleh ibumu, sedang orang-orang di sekitarmu tertawa karena gembira. Maka beramallah untuk dirimu, sampai kamu tersenyum gembira pada hari kematianmu sedang mereka menangisi kepergianmu.”

“Jagalah lisanmu! Jangan kamu menyebut kekurangan seseorang, karena kamu pun mempunyai kekurangan dan orang lain mempunyai lisan. Jagalah matamu! Jika terlihat olehmu aib suatu kaum maka katakanlah,  “Hai mataku, orang lain pun mempunyai mata.”

“Seandainya saja kamu merasa manis sekalipun hidup ini pahit, dan seandainya saja kamu merasa puas sekalipun orang-orang lain marah, apabila kecintaanmu benar maka semuanya akan terasa mudah, karena tiap-tiap orang yang ada di muka bumi, semuanya berasal dari tanah”

(dikutip dari buku cambuk hati 1 dan 2 karya dr qaidh al qarni)

dosa yang lebih besar dari berzina

Assalamualaikum wr.wb !

hari nie ana nak share satu kisah yang mnunjukkan ada dosa yg lebih BESAR dari BERZINA .. eh ? ade ke ? dosa pe ek ? haaa .. kalau nak tau , jom kita baca kisah nie .. moga2 dapt djadikan pengajaran untuk kita .. InsyaAllah 😉 selamat membaca ..

Pada suatu senja yang lengang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-hayung. Pakaianya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang mencekam.
Kerudungnya menutup hampir seluruh wajahnya tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang telah meroyak hidupnya.

Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu perlahan-lahan sambil memberi salam.
Maka terdengarlah ucapan dari dalam,“Silakan masuk”
Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanyaberderai tatkala ia berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.”
“Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa a.s. terkejut.
“Saya takut mengatakannya.”jawab wanita cantik..
“Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa.
Maka perempuan itupun terpatah bercerita, “Saya… telah berzina”.
Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak.
Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya pun… hamil. Setelah anak itu lahir,langsung saya… cekik lehernya sampai… mati,” ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.

Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, “Perempuan bejad, pergi kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku kerana perbuatanmu. Pergi!”…teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata kerana jijik.
Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa..
Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu.. Bahkan ia tak tahu mahu dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.
Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya,“Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?”
Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?”Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. “Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?”
”! Ada!” jawab Jibril dengan tegas.
“Dosa apakah itu?” tanya Nabi Musa.
“Orang yang meninggalkan solat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina”.

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyedari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Bererti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhantidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya.
Sedang orang yang bertaubat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh bererti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu ada, di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mahu menerima kedatangannya.

Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban solat dengan istiqomah.

♥ Ustaz Azhar Idrus ( Original ) fb ♥
“Sesungguhnya aku sedang menasihati kamu, bukanlah bererti akulah yg terbaik dalam kalangan kamu. Bukan juga yang paling soleh dalam kalangan kamu, kerana aku juga pernah melampaui batas untuk diri sendiri. Seandainya seseorang itu hanya dapat menyampaikan dakwah apabila dia sempurna, nescaya tidak akan ada pendakwah. Maka akan jadi sikitlah orang yang memberi peringatan.”
SUMBER: najmie kuantan (http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=295096900515353&id=100000095683860)


Rasulullah Saw, bersabda “Sampaikanlah dari ku walaupun hanya satu ayat.” Hadis Riwayat Ahmad, Bukhari, Tarmidzi JOM SHARE =D

Sholatlah di awal waktu

Bismillah,Sayang banget ini klo hanya sy sendiri yg membacanyaSemoga setelah dr membacanya, kta bs mulai memperbaiki dan memanfaat wkt ibadah kta sebaik mungkin.Ada artikel yg berisi dialog seseorang yg sedang mengisi bensin di suatu SPBU dng seorang Satpam disitu.

 

  • Pak Haji : “Kerja disini digaji Pak?”
  • Satpam : “iyaa dong Pak.”
  • Pak Haji : “Alhamdulillah ya, masih bisa krj dan digaji. Sementara ada orang lain ỳg tdk punya pekrj-an apalagi digaji”
  • Satpam : “iyaaa sih, Pak. Tp, sy bosan Pak, sudah 7thn begini terus…,jadi Satpam aja. Gaji pun naik ala kadarnya.”
  • Pak Haji : “Ooo begitu ya Pak. Oh ya, sudah sholat Pak?”
  • Satpam : “Belum. Nanti aja, tanggung jam 5-an aja deh.”
  • Pak Haji : “Wah, sekarang jam 3-an, wkt-nya Ashar.Kalau Bpk sholat jam 5 berarti menunda sholat 2 jam. Kalau satu hr ada 5 wkt sholat, rata2 Bpk menunda 5 x 2 jam = 10 jam.Artinya Satu minggu Bpk menunda 7 x 10 jam = 70 jam.1bln 4 x 70 jam = 280 jam.1thn Bpk menunda 12 x 280 jam = 3360 jam.Dan akhirnya slm 7thn Bpk tlh menunda sholat slm 7 x 3360 jam = 23520 jam atau sm dengan 3thn.Nah, jd dr 7thn yg Bpk merasa bosan itu, Bpk tlh kehilangan 3thn menunda sholat, pd-hal dlm sholat ada doa mhn rezeki, shg sm aja Bpk jg tdk keberataan klau rezekinya jg ditundakan ?”
  • Satpam : “Wah, iyaaa ya Pak. Bnyk banget ya ruginya.”
  • Pak Haji : “iyaa Pak. Jd wajar klau rezeki Bpk tertunda jg-kan ?.”.“Jadi Sholatlah tpt wkt Pak. Klau sdh bs, sholatlah berjama’ah, klau sdh bs, tambahkan dng yg sunah, klau sdh bs, lengkapi dng sholat Dhuha dαπ Tahajud.Lalu sempurnakan dengan sedekah.”
  • Satpam : “Iya Pak, Astaghfirullah…Jd slma ini sy sendiri yg menjadi penyebab tertundanya rezeki Allah turun.”
  • Pak Haji : “Betul Pak, tp tdk ada kt terlambat untuk berubah ke hal yg lbh baik…Betul kan Pak ?”
  • Satpam : “iyaa Pak, Insya Allah…mulai hr ini sy akn usahakn sholat awal waktu..”
  • Pak Haji : ” Aamiin ya robal alamin”…
  • Usahaknlah, sholat diawal waktu ,Semoga kita semua bisa..&Semoga brmanfaat  : )                                                                  Sumber

isi hati seorang muadzin

Sa’id bin jubair pernah bercerita:

“Ketika aku bersama Ikrimah, Maimun bin Mahran, Abu al-‘Aliyah di dalam masjid di daerah Tha’if, Ibnu ‘Abbas tiba-tiba menangis ketika mendengar adzan hingga membuat kain sorbannya basah dan matanya merah.

Kemudia Abu al-‘Aliyah bertanya, “Wahai saudara sepupu Rasulullaah, kenapa engkau menangis dan kelihatan begitu sedih?”

Ibnu Abbas kemudian berkata, “Seandainya manusia mengerti benar apa yang diucapkan muadzin, niscaya mereka tidak akan pernah istirahat dan tidak pernah tidur.”

Lalu ada orang lain yang juga hadir di sana bertanya kepada Ibnu Abbas, “Beritahu kami apa sebenarnya yang di ucapkan muadzin itu?”

Ibnu Abbas berkata, “Apabila muadzin mengucapkan Allahu akbar…… Allahu akbar., maka sebenarnya ia menyatakan:

“Wahai orang-orang yang sedang sibuk, sambutlah panggilan ini, istirahatkanlah badanmu, dan cepat-cepatlah untuk melakukan kebaikan.”

Apabila muadzin mengucapkan, “Asyahadu alla ilaha illallaah”, maka sebenarnya ia mengucapkan:

“Saya persaksikan kepada semua makhluk yang berada di langit dan di bumi untuk menjadi saksi bagi saya di hadapan ALLAH nanti pada hari kiamat, bahwasanya saya telah menyeru kamu sekalian”.

Apabila ia mengucapkan, “Asyhadu anna muhammadarrasulullaah”, maka sesungguhnya ia mengucapkan:

“Nanti pada hari Kiamat semua nabi termasuk Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjadi saksi, bahwa saya telah memberitahukan kepadamu lima kali sehari semalam.”

Apabila ia mengucapkan, “hayya ‘ala ash-shalah”, maka sebenarnya ia mengatakan:

“Sesungguhnya ALLAH telah menegakkan agama ini untuk kamu, maka tegakkanlah!”

Dan apabila muadzin mengucapkan “hayya ‘alalfalah”, maka sebenarnya ia mengatakan:

“Masuklah kamu ke dalam rahmat, dan ambillah bagian petunjukmu.”

Apabila muadzin mengucapkan “Allahu akbar-Allahu akbar, maka sebenarnya ia mengucapkan:

“Segala pekerjaan kan haram, sebelum mengerjakan shalat.”

Dan apabila mu’adzin mengucapkan, “la ilaha illallaah”, maka sebenarnya ia mengucapkan:

“Inilah amanah bumi dan tujuh lapisan langit telah diletakkan di lehermu, maka terserah kamu apakah akan melaksanakannya atau meninggalkannya.”

=============================

Dalam peperangan melawan syaitan, hingga Hari Kiamat

sungguh sang muadzin selalu berada di garis depan,

ia usir dengan lantunan adzan hingga mereka lari terbirit-birit.

Maka, tiada manusia yang lebih khianat

dari manusia yang meremehkan panggilan muadzin.